Hadi Boediono

Cah P'kerta sing dadi guru Krawitan

Salah Gumun adalah satu konsep dalam garap karawitan Jawa. Ada salah gumun, ada salanggumun. Kami belum tahu apakah keduanya sama, (salanggumun adalah sebutan kalenan yang berada di bawah hidung). Dalam istilah karawitan Jawa ada juga¬† yang dinamakan kempyung dan gembyang, kedua istilah tersebut sejajar dengan istilah salah gumun. Salah gumun, Kempyung dan Gembyang, secara fisik merupakan bentuk interval dari dua nada-2 modus. Kempyung, dua nada yang memiliki interval dua nada modus (contoh: nada 1/ji dan 5/ma, 2/ro dan 6/nem, 3/lu dan 1/ji kecil), gembyang adalah dua nada yang memiliki interval 4 nada modus (contoh: 6/nem besar dan 6/nem sedang, 1/ji dan 1/ji kecil). Sedangkan salah gumun, adalah dua nada yang memiliki interval satu nada modus, (contoh: nada 1/ji dan nada 3/lu, nada 2/ro dan nada 5/ma, dan seterusnya) Sebagai penjelasan awal bahwa modus dalam gamelan Jawa adalah: 1 2 3 5 6 (untuk slendro), 1 2 3 5 6 (pelog nem), 1 2 4 5 6 (pelog lima), 2 3 5 6 7 (pelog barang). Sehingga nada-nada yang dimaksud adalah lima nada tersebut. Dalam arti yang lebih kompleks, bahwa salah gumun adalah konsep garap. Sebagai contoh sederhana, kalau ada balungan seleh 2/ro, ricikan garap akan seleh 5/ma atau seleh 6/nem besar (lihat modul diatas)….belum selesai…..

MACAM DAN FUNGSI KENDANG JAWA

Kendang adalah merupakan salah satu ricikan garap yang ada pada gamelan Jawa. Kendang dibagi dalam beberapa macam menurut fungsinya, yaitu:

1. Kendang Ageng (kendang gendhing), bentuk dan ukurannya paling besar diantara kendang jawa, juga suara yang dihasilkan, cenderung suara besar. Fungsinya kendang ageng adalah digunakan untuk ngendangi bentuk merong dan inggah dalam garap kendang satu, bentuk ladrang dalam garap kendang satu dan kendang kalih, bentuk ketawang dalam garap kendang satu dan kendang kalih, bentuk ayak dan kumuda.

2. Kendang Sabet atau kendang wayang adalah kendang yang digunakan untuk ngendangi garap wayang (kosek wayang). Ukurannya lebih kecil dari kendang ageng, demikian juga suara yang dihasilkan cenderung lebih kecil dari suara yang dihasilkan kendang ageng.

Suasana pelatihan KRS-Online dan Blog dosen jurusan Karawitan, rabu 11 agustus 2010 di PUSTIKA:

Terlihat teman-teman sangat antusias sekali didalam memperhatikan tutornya, mulai dari tingkat pemula (baru pertama kali mengoperasikan komputer) hingga ke tingkat mahir.

Sebelumnya, teman-teman tidak begitu peduli dengan sosialisasi sytem online di ISI Surakarta, namun dengan pelatihan ini mudah-2an akan bermanfaat lebih baik.

Setidaknya mereka sudah mengenal system Online, dan selanjutnya mereka akan mengenal Blog dan Streeming yang dapat digunakan sebagai media ajar.

Gagasan atau angan-angan atau apalah namanya kadang-kadang muncul dan timbul begitu saja. Ketika gagasan atau angan-angan muncul selalu dibarengi dengan sebuah pertanyaan, mungkinkah sebuah gagasan atau angan-angan yang muncul akan bisa menjadi kenyataan?

Dengan penuh percaya diri, duduk di depan instrumen yang akan dimainkan, siap untuk membawakan 11 lagu dari negara ASEAN yang tergabung di Asean Korea Traditional Musik Orcestra.

Untuk meningkatkan kredebilitas dan martabat dosen khususnya jurusan Karawitan, kami selaku Ka-Studio jurusan Karawitan sangat prihatin, pasalnya teman-teman di jurusan karawitan masih gagap untuk merealisasikan online. apalagi blog, yang notabene dapat sebagai media pembelajaran. Untuk itu kami mohon bantuan PUSTIKA, besok tanggal 11 Agustus akan diselenggarakan pelatihan KRS Online bagi dosen jur Kar. Sambutlah hai kawan, dan jangan merasa terlambat, mari kita belajar bersama…….

Setelah berhasil dalam pementasannya di dua Kota di Korea, ASEAN Korea Traditional Music Orcestra akan mengadakan pementasan kembali di Korea. Rencananya AKTMO akan mengadakan pergelarannya di dua kota pada tanggal 24 dan 25 Mei 2010. Delegasi Indonesia diwakilkan komposer dan musisi dari ISI Surakarta. Mereka berdelapan rencananya akan berangkat ke Korea pada tanggal 12 Mei 2010. Banyak sekali kesan-kesan yang didapat bagi musisi dari Indonesia, pasalnya mereka semua tidak terbiasa dengan partitur, apalagi partitur dalam notasi balok.

Dalam rangka Tugas Akhir Program Studi Seni Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta, akan diadakan “Konsert Karawitan 2-10” pada tanggal 21 dan 22 April 2010. Dengan menampilkan 2 penyaji gendhing-gendhing tradisi dan 10 pencipta karya seni. Menurut HMJ sebagai pruduksi ujian Tugas Akhir ini, acara akan diadakan di Teater Besar ISI Surakarta pukul 19.30 dengan HTM sebesar Rp. 5.000. Bagi para penggemar seni dan peduli akan Karawitan sangat disayangkan apabila melewatkan acara ini, catat tanggalnya dan nontonlah, karena salah satu dari pencipta karya seni ujian ini adalah Gondrong Gunarto, seorang komposer yang tidak asing lagi.

Fakultas Seni Pertunjukan Istitut Seni Indonesia Surakarta akan mengadakan workshop alat musik tradisional daerah Lampung. Acara akan diadakan pada hari Rabu tanggal 14 April 2010 jam 11.00 di Pendapa Ageng ISI Surakarta, dengan pembicara I Wayan Sumerta Dana Arta, S.Kar. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Propinsi Lampung). Bagi mahasiswa jurusan Karawitan yang telah atau sedang menempuh mata kuliah Komposisi II diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.